Base Transceiver Station (BTS)

Seiring dengan berkembang teknologi dan kebutuhan akan berkomunikasi, maka di Indonesia,juga sudah dirambah oleh teknologi wireless telecomunication atau seluler. Teknologi tersebut membutuhkan tower-tower sebagai titik (node) untuk meletakkan peralatan telekomunikasi sehingga satu pelanggan dapat berkomunikasi dengan pelanggan lainnya di wilayah itu maupun di wilayah lainnya.

Lokasi pendirian tower di Indonesia bermacam-macam, sebagian besar berada Indonesia. Pada umumnya, lokasi tower berada pada sebuah lahan kosong yang dikhususkan untuk pendirian tower. Pendirian tower BTS oleh para operator pada umumnya kurang memperhatikan tata kota, yang terjadi hingga kini lokasi tower dapat berada pada tempat manapun. Lokasi pendirian tower telah berada pada pemukiman penduduk padat. Hal tersebut dikarenakan belum optimalnya implementasi aturan tentang pembangunan BTS. Penelitian ini betujuan untuk merumuskan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi tower Base Transceiver Station di Indonesia. Pada akhirnya akan ditemukan variabel dan sub variabel yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi tower Base Transceiver Station di Indonesia. Metode analisa yang digunakan dalam merumuskan aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam pendirian tower BTS adalah analisa Delphi.

Berdasarkan hasil kajian pustaka dan proses eksplorasi teridentifikasi bahwa faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi tower BTS adalah faktor lahan, penduduk, tata guna lahan, kondisi fisik wilayah, kebijakan, fasilitas penunjang, dan keselamatan. Setelah dilakukan proses iterasi pertama ditemukan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi tower BTS. Faktor tersebut adalah lahan, penduduk, tata guna lahan, kebijakan, fasilitas penunjang dan keselamatan.

Base Transceiver Station (BTS) adalah bagian dari network element GSM yang berhubungan langsung dengan Mobile Station (MS). BTS berhubungan dengan MS melalui air-interface dan berhubungan dengan BSC dengan menggunakan A-bis interface. BTS berfungsi sebagai pengirim dan penerima (transciver) sinyal komunikasi dari/ke MS serta menghubungkan MS dengan network element lain dalam jaringan GSM (BSC, MSC, SMS, IN, dsb) dengan menggunakan radio interface. Secara hirarki, BTS akan terhubung ke BSC, dalam hal ini sebuah BSC akan mengontrol kerja beberapa BTS yang berada di bawahnya. Karena fungsinya sebagai transceiver, maka bentuk pisik sebuah BTS pada umumnya berupa tower dengan dilengkapi antena sebagai transceiver, dan perangkatnya. Sebuah BTS dapat mecover area sejauh 35 km (hal ini sesuai dengan nilai maksimum dari Timing Advance (TA)). Fungsi dasar BTS adalah sebagai Radio Resource Management, yaitu melakukan fungsi-fungsi yang terkait dengan meng-asign channel ke MS pada saat MS akan melakukan pembangunan hubungan, menerima dan mengirimkan sinyal dari dan ke MS, juga mengirimkan/menerima sinyal dengan frekwensi yang berbeda-beda dengan hanya menggunakan satu antena yang sama,
mengontrol power yang di transmisikan ke MS dan ikut mengontrol proces handover (proses serah terima). Di bawah ini menunjukan blok sebuah BTS dengan sebuah TRX:

  • Module Operation dan Maintenance (O&M) : Module ini paling tidak terdiri dari sebuah central unit yang mengatur kerja seluruh perangkat BTS. Untuk tujuan penaturan kerja ini, module ini dihubungkan dengan BSC dengan menggunakan channel O&M. Hal ini menagakibatkan module O&M dapat memproces command yang diberikan dari BSC atau dari MSC dan melaporkan hasilnya. Module O&M juga memiliki sebuah Human Machine Interface (HMI) yang memungkinkan petugas untuk melakukan maintenance dan control BTS secara lokal (tanpa melalui BSC atau MSC).
  • Module Clock : Module ini sebenarnya termasuk bagian dari module O&M. Fungsi module ini adalah sebagai module yang men-generate dan mendistribusikan clock. Walaupun lebih banyak keuntungannya bila menggunakan reference clock dari sinyal PCM pada A-bis interface, tapi penggunaan internal clock di BTS adalah sebuah keharusan (mandatory), hal ini khususnya diperlukan bila sebuah BTS harus di-restart dalam kondisi standalone (tanpa koneksi ke BSC) atau ketika terjadi link failure yang mengakibatkan clock PCM-nya tidak tersedia.
  • Filter Input & Output : Module ini terdiri dari filter input dan filter output yang fungsinya untuk membatasi bandwidth sinyal yang diterima dan ditarnsmisikan oleh BTS. Filter input pada dasarnya adalah sebuah wideband filter yang non-adjustable (tidak dapat diatur-atur). Artinya pada arah uplink (dari MS ke BTS) filter input ini akan menerima dan melewatkan semua sinyal yang berada dalam rentang frekwensi GSM, baik itu frekwensi GSM 900, DCS 1800, ataupun PCS 1900. Berbeda dengan filter output yang berkerja pada arah downlink (dari BTS ke MS). Filter output adalah sebuah filter wideband yang adjustable, dimana filter ini akan membatasi bandwidth sinyal yang ditransmisikan oleh BTS dalam rentang 200 kHz. Filter output juga dapat mengatur besar frekwensi yang akan digunakan oleh BTS untuk men-transmisikan sinyal ke MS. Perubahan besarnya frekwensi yang digunakna ini dapat dilakukan melalui module O&M.

Sebuah base transceiver station (BTS) atau situs sel adalah sebuah peralatan yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara pengguna peralatan (UE) dan jaringan. UES adalah perangkat seperti:

  • Ponsel adalah telepon selular. Yang namanya selular itu bisa bergerak atau dibawa kemana saja. Jadi dalam arti luas telepon yang bisa dibawa/digunakan kemana saja atau bergerak/mobile.
  • Komputer dengan koneksi internet nirkabel, adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel
  • WiFi yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel
  • WiMAX  merupakan suatu platform yang digunakan pada Metropolitan Area Network (MAN)
  • Wireless loop lokal (WLL), adalah istilah untuk penggunaan link komunikasi nirkabel sebagai “last mile / mil pertama” sambungan untuk memberikan layanan telepon biasa lama (POTS) dan / atau Internet broadband untuk pelanggan telekomunikasi.

WAN, WiFi, WiMAX dll BTS juga disebut sebagai stasiun radio base (RBS), node B (di 3G Networks) atau, cukup, base station (BS)

Sumber : here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s